Posted by Ricky Posted on Saturday, March 07, 2015 | No comments

Kasus Telecom Billing Indonesia

Ketika kita berbicara tentang telecom billing (penagihan telekomunikasi) maka secara default itu adalah tentang penagihan ritel. Seperti yang didefinisikan sebelumnya, penagihan ritel telekomunikasi didefinisikan sebagai berikut:
Penagihan Telekomunikasi adalah proses pengumpulan data penggunaan, menggabungkannya, menerapkan penggunaan yang diperlukan dan biaya sewa yang pada akhirnya menghasilkan tagihan bagi pelanggan. Proses Penagihan Telekomunikasi juga termasuk menerima dan menyimpan data pembayaran dari pelanggan.
Penagihan ritel berhubungan langsung dengan konsumen akhir dan dilengkapi dengan beberapa tantangan dalam upaya untuk memenuhi harapan konsumen tersebut dan kewajiban regulasinya. Penagihan akan dianggap sukses apabila telah memenuhi kriteria sebagai berikut:
·         Penagihan Tepat Waktu : Faktur Konsumen akhir akan menjadi menhasilkan bila tepat waktu. Tanggal nominal. Sangat memungkinkan ada beberapa situasi ketika pelanggan akhir tidak mendapatkan tagihan yang tepat waktu dikarenakan beberapa masalah logistic. Tapi sudah menjadi tanggung jawab bidang TI tersebut agar semua tagihan sesuai dengan tanggal jatuh temponya.
·         Keakuratan Tagihan : Hal ini merupakan faktor yang sangat penting bagi kepuasan pelanggan dan dari sudut pandang kewajiban regulasi. Jika sistem penagihan tidak menghasilkan tagihan yang akurat maka dapat menyebabkan masalah bisnis yang serius dari sudut pandang legalitas serta menambah ketidakpuasan pelanggan.

Ritel vs Penagihan Grosir
Penagihan ritel berhubungan dengan konsumen akhir dan penagihan secara individu dimana tagihan grosir berhubungan pula dengan penagihan untuk perusahaan berikut ini tergantung pada situasi dan sifat bisnis:
·         Tagihan reseller dikaitkan dengan operator telekomunikasi.
·         Tagihan mitra interkoneksi untuk menyediakan komunikasi lebih jauh agar dapat melakukan panggilan ke pelanggan operator lain.
·         Tagihan mitra roaming untuk memberikan layanan kepada pelanggan mereka ketika mereka bepergian di luar area cakupan operator.
Tagihan Grosir mudah untuk dibandingkan dengan tagihan ritel dan memungkinkan tingkat kebesarannya toleransi dimana penagihan ritel harus selalu 100% akurat. Penagihan Grosir tidak akan pernah bisa seakurat 100% karena berbagai alasan seperti perbedaan harga yang terkonfigurasi dalam dua sistem operator atau tingkat rata-rata perbedaan jumlah panggilan karena beberapa panggilan tidak dapat terjawab pada setiap elemen jaringan.
Ada sistem penagihan khusus yang digunakan untuk menangani penagihan ritel contohnya seperti sistem penagihan Convergys dan Amdocs yang sudah terkenal untuk penagihan ritel dimana sistem penagihan ASCADE dan INTEC juga terkenal untuk penagihan grosir.
Penagihan grosir juga dapat diselesaikan dengan menggunakan sistem penagihan ritel dengan menggunakan laporan sederhana karena hal tersebut tidak berkaitan dengan banyaknya tipe diskon dan promosi yang terjadi dimana penagihan ritel membutuhkan semua komplikasi tersebut dan tidak dapat ditangguhkan dengan menggunakan sistem penagihan grosir.
Semua konsep yang dibahas dalam tutorial sejauh ini berkaitan dengan penagihan ritel dan bab-bab selanjutnya akan membahas tentang penagihan interkoneksi, tagihan roaming dan jenis tagihan lainnya.
Roaming adalah kemampuan berkomunikasi bagi pelanggan yang berada diluar cakupan area operator agar secara otomatis dapat membuat dan menerima panggilan telepon, mengirim dan menerima data, atau akses layanan lainnya saat bepergian keluar area geografis jaringan utama, dengan cara menggunakan jaringan operator lain.
Roaming dapat berupa roaming nasional atau roaming internasional. Roaming nasional berarti pengguna mobile menggunakan jaringan lain di wilayah geografisnya dimana operator lain tidak memiliki jaringan di wilayah cakupan tersebut. Misalnya, operator yang tidak memiliki cakupan yang lengkap di suatu negara. Roaming internasional digunakan ketika pelanggan mobile bepergian ke luar negeri dan menggunakan jaringan operator di negara asing.



Bagaimana sebenarnya hal itu dapat terjadi? Ya jika penyedia layanan tidak memiliki jangkauan jaringan di sebuah kota atau negara tertentu maka provider pemberi layanan ini dapat membuat perjanjian roaming dengan operator selular lainnya yang memiliki jaringan di kota atau negara tersebut. Sesuai dengan perjanjian, penyedia layanan lain akan menyediakan semua layanan yang tersedia untuk pelanggan mobile dari operator selular yang pertama.
CDRs dihasilkan di daerah salah satu mitra roaming yang dikumpulkan dan dinilai oleh mitra roaming lainnya yang pada akhirnya akan dikirim ke penyedia layanan sebenarnya dari pelanggan roaming tertentu. Penyedia layanan yang sebenarnya adalah konsumen akhir untuk semua layanan roaming yang ditetapkan berdasarkan biaya yang telah disepakati sebelumnya.
Dua kemitraan roaming menyusun laporan keuangan mereka secara bulanan dengan bertukar CDRs actual dan laporan berdasarkan CDRs tersebut.
HPMN dan VPMN:
The Home Public Mobile Network (HPMN) atau Jaringan mobile home publik adalah jaringan yang digunakan oleh pelanggan seluler sesuai dengan layanan langganannya. Istilah ini digunakan sebagai tindak lanjut kebalikan dari Visited Public Mobile Network (VPMN).
VPMN adalah jaringan yang digunakan oleh pelanggan seluler saat roaming. Istilah ini digunakan sebagai tindak lanjut kebalikan Home Public Mobile Network (HPMN).
Clearinghouse:
Sebelumnya telah dikenal perangkat seperti MACH yang merupakan interface antara mitra roaming yang berbeda untuk membantu mereka bertukar CDRs, menyiapkan perjanjian roaming dan menyelesaikan setiap perselisihan.
Clearinghouse menerima catatan penagihan dari satu mitra roaming untuk inbound roamers (pengguna layanan roaming) dan menyerahkan catatan penagihan ke mitra roaming yang digunakan oleh pengguna jasa hal ini disebut out-bound roamer.
Apa itu TAP3?
Transfer Account Procedure version 3 (TAP3) adalah proses yang memungkinkan operator Visited Public Mobile Network (VPMN) untuk mengirim catatan penagihan roaming pelanggan masing-masing bagi Home Public Mobile Network (HPMN). TAP3 adalah versi terbaru dari standar dan akan memungkinkan melakukan penagihan untuk pelanggan-pelanggan mereka.
Clearinghouse menggunakan TAP3 protokol untuk bertukar semua CDRs antara mitra roaming yang berbeda. TAP3 mendefinisikan bagaimana dan apa informasi berkeliaran pada ruang penggunaan yang harus dilalui diantara Network Operators. File-file ini dipertukarkan menggunakan koneksi FTP sederhana.
Ada berbagai versi TAP. TAP berevolusi dari TAP1 melalui TAP2 dan TAP2+ kemudian TAP3. Rilisan terbaru, TAP3, termasuk dukungan untuk inter-standard roaming di jaringan satelit, WLAN dan UMTS dan juga teknologi 3G lainnya.
·         GSM TAP Standard TD.57: GSM Transferred Account Procedures (TAP) mendefinisikan format dan aturan validasi untuk mentransfer informasi penggunaan roaming antara operator seluler di berbagai negara. TAP3 adalah versi spesifikasi ketiga dari standar. File yang ditransfer ini disebut file TAP.
·         GSM RAP Standard TD 3.2: GSM Returned Accounts Procedure (RAP) mendefinisikan format untuk mengembalikan kesalahan yang ditemukan dengan file/events yang ditransfer dalam TAP dan dengan demikian tejadi penolakan kewajiban dalam hal keuangan untuk files/events. File yang ditransfer ini disebut file RAP.
Roaming Billing:
Pengguna handphone pergi ke Negara lain dan menggunakan jaringan asing tersebut. Untuk menagih pelanggan informasi ini harus di oper kepada jaringan rumah. Jaringan asing akan mengumpulkan informasi tentang penggunaan dari switch itu dll. Lalu menciptakan file TAP yang berisi informasi yang ditetapkan dalam standar.

Lalu file di export (dalam basis regular. Biasanya satu file per hari) ke home operator yang akan mengimpornya dan lalu menggunakan informasinya untuk menagih pelanggan. Operator asing akan menilai panggilan lalu menagih home network pelanggan untuk semua panggilan yang telah dilakukan. Home operator dapat melipat gandakan atau menilai kembali panggilan untuk menghasilkan revenue.

Apa itu MVNO

MVNO atau Mobile Virtual Network Operator. MVNO adalah perusahaan yang menyediakan layanan telepon seluler tetapi tidak memiliki lisensi frekuensi alokasi spectrum radio, juga tidak memiliki infrastruktru yang dibuthkan untuk menyediakan layanan telepon seluler.

MVNE singkatan dari Mobile Virtual Network Enabler adalah perusahaan yang menyediakan layanan untuk jaringan virtual telepon seluler seperti billing, jaringan elemen provisioning, administrasi, operasi, mendukung subsistem base station dan menduun operation systems, dan penyediaan elemen jaringan back end, untuk memungkinkan penyediaan layanan jaringan mobile seperti konektivitas telepon seluler.

Kenyataannya MVNO adalah re-seller dari produk telepon seluler dan servis dari operator yang sebenarnya tetapi dalam merek yang berbeda.

Sebagai contoh operator A memiliki semua infrastuktur termasuk jaringan, switches, sistem pembayaran, sistem penyediaan dan sistem layanan pelanggan dll. Sekarang jika seseorang ingin memulai bisnis telekomunikasi dengan investasi yang minimum MVNO adalah pilihan untuk dipilih.

MVNO akan membeli layanan dalam jumlah besar dari operator mapan dan menggan nama merek sebagai kenyamanan dan memasarkan produk dan layanan tersebut sebagai operator. Operator yang sebenarnya akan tetap transparan dari pelanggan ke akhir dan pelanggan akan merasa seperti menjadi pelanggan MVNO

Tergantung pada situasi, MVNO dapat membeli satu atau beberapa komponen infrastruktur dari operato dan membayar mereka dengan sesuai. Sebagai contoh, MVNO mungkin hanya menggunakan jaringan dari operator atau MVNO dapat menggunakan jaringan dan chaging system dari operator dan sisa dari komponen seperti customer care, provisioning dll dapat diatur oleh MVNO.

MVNO memiliki control penuh atas SIM card, merek, pemasaran, billing, dan operasi customer care.

Komersial pertama MVNO yang sukses di UK adalah Virgin Mobile UK, diluncurkan di inggris pada tahun 1999 dan sekarang memiliki lebih dari 4 juta pelanggan di inggris.

MVNO Service:

Tipikal MVNO adalah tidak memiliki infrastruktur sendiri, tetapi beberapa pimpinan MVNO mengembangkan telepon seluler sendiri dalam infrastruktur untuk memfasilitasi makna untuk menawarkan nilai tambah servis. MVNO dapat memperlakukan kewajiban infrastruktur seperti peralatan radio sebagai komoditi, sementara MVNO menawarkan kemajuan dan diferensiasi layanan berbasi kepada ekspoitasi jaringan infrastruktur intelligent.

Dengan cara ini, setiap MVNO dan operator jaringan harus focus kepada ceruk pasar mereka masing-masing dan membentuk layanan rinci yang akan memperluas jangkaun pelanggan dan merek.

Kebanyakan MVNO datang ke pasar dengan target mereka hanya pelanggan pre-paid dan menyediakan mereka hanya layanan voice, SMS, MMS, data, broadband dll. Dengan beberapa nilai layanan yang menarik.

MVNO Billing:

Dengan asumsi operator yang berkuasa menjual infrastruktur mereka kepada MVNO. Mungkin ada model bisnis dan persetujuan yang berbeda antara yang berkuasa dan MVNO. Berikut yang paling sering digunakan:
·         MVNO dapat mematenkan dengan merek layanan mereka dan menjualnya di pasar dan MVNE akan membatu dalam menyediakan layanan mereka ke pelanggan akhir. Disni komisi persenan yang fix akan dikirimkan ke MVNE
·         MVNO dapat membeli produ dan layanan dalam jumlah besar dengan potongan harga khusus dan mematenkan dengan memerekinya dengan nama mereka dan menjualnya di pasar.
·         MVNO menjual produk dan layanan dan berdasarkan pada penggunaan yang dilakukan pelanggan akhir, MVNO membayar sejumlah uang kepada MVNE

Dalam semua kasus MVNO dapat diminta untuk membayar sejumlah uang keamanan deposit ke MVNE lalu pembayaran bulanan terjadi menggunakan laporan sederhana dihasilkan oleh MVNE

MVNE dapat menambahkan MVNO di sistem billing mereka sebagai pelanggan perusahaan selama MVNO menyediakan layanan post-paid dan dapat menambahkan semua produk dan dan penyedia layanan ke MVNO. Setiap akhir bulan atau biasanya setelah dua minggu, tagihan dapat dihasilkan dan kolesi dapat ditindak lanjuti.


Tetapi biasanya, kebanyakan MVNO menyediakan layanan pre-paid ditangani dalam sistem pre-paid.

Tambahan, BACA JUGA Contoh Proposal Audit Teknologi Informasi pada Perusahaan Garuda Indonesia

0 komentar:

Post a Comment