Posted by Ricky Posted on Sunday, March 01, 2015 | No comments

Metodologi Penelitian Bisnis by Sumarni & Wahyuni (2006)

BAB I Konsep Dasar Penelitian Bisnis
A.     Pengertian Penelitian Bisnis
Penelitian bisnis merupakan penelitian yang sistematis dimana penelitian tersebut mampu memberikan suatu informasi untuk mengambil keputusan – keputusan yang berguna di bidang bisnis
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam penelitian bisnis , yaitu :
1.      Bersifat Obyektif dan Factual sesuai data yang ada
2.      Mendalam, semua permasalahan dipecahkan dengan baik
3.      Didasarkan pada asumsi yang relative
4.      Merupakan system yang terintegrasi dengan bidang ilmu lainnya
5.      Mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi

B.     Ruang Lingkup dan Perkembangan Penelitian
Ruang lingkup pada penelitian itu bermacam-macam namun tetap dalam satu kata yaitu, penelitian modern maupun sederhana dimana tujuan sebenarnya dari penelitian adalah untuk mengumpulkan informasi supaya suatu masalah apat terselesaikan dengan baik.

C.     Karakteristik Penelitian Bisnis
Dalam penelitian harus dipastikan keakuratannya, sehingga memerlukan informasi yang lengkap, valid, dan terkini sehingga dalam pengambilan keputusan maupun saran dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Maka dari itu, Penelitian Bisnis harus memenuhi kriteri – kriteria seperti:
1.         Perumusan Masalah harus jelas, spesifik dan focus pada kejadian yang ada agar tidak menimbulkan penafsiran yang salah


2.         Prosedur penelitian harus dirinci dan diuraikan dengan baik agar siapapun dapat melakukan penelitian ini kedepannya dengan baik
3.         Lakukan pengambilan data dengan hati – hati dan teliti
4.         Harus metode analisis yang tepat
5.         Kesimpulan yang dibuat harus mendukung data – data yang telah diperoleh
6.         Peneliti menyusun laporan penelitian yang lengkap dan sistematis mengikuti aturan yang ada
7.         Penelitian harus dilakukan oleh orang yang berintegritas tinggi berpengalaman dan punya reputasi yang bagus



D.     Etika Penelitian
Pada saat melakukan penelitian, etika sangatlah diperlukan. Karena agar tidak ada pihak yange merasa dirugikan atau dampak negatif akibat penelitian tersebut seperti pelanggaran terhadap persetujuan publikasi maupun kerahasiaan yang pernah dijanjikan akan dijaga.

BAB II Dasar – Dasar Penelitian Ilmiah
A.     Proses Berpikir
Ada dua jenis argumentasi, yaitu :
1.      Deduksi
Pemikiran yang proses berpikirnya dimulai pada pernyataan yang umum ke hal – hal (kesimpulan) yang bersifat khusus. Deduksi bisa disebut tepat jika benar yang artinya alasan yang dikeluarkan sesuai dengan kenyataan yang ada.
2.      Induksi
Merupakan pemikiran yang dimulai pada kesimpulan umum pada suatu kondisi yang khusus. Disini peneliti akan melihat kesimpulan – kesimpulan yang ada mampu menjelaskan fakta – fakta yang ada yang akan mendukung kesimpulan sang peneliti.

B.     Sikap Ilmiah
Pendekatan ilmiah menutut individu melakukan langkah – langkah tertentu agar dapat mencapai kebenaran.

1.      Pendekatan Non-Ilmiah
a.       Akal Sehat (Common Sense)
Merupakan serangkaian konsep dan bagan konseptual yang memuaskan untuk penggunaan praktis manusia. Namun terkadang akal sehat dapat pula menyesatkan.
b.      Prasangka
Pencapaian yang dilakukan pada Akal Sehat, akan dipengaruhi oleh berbagai kepentingan orang yang melakukannya sehingga mengakibatkan akal sehat berubah menjadi prasangkan yang cenderung akan mempersempit pengamatannya sendiri dan cenderung mengkambing hitamkan orang lain.
c.       Pendekatan intuitif
Dengan pendekatan ini, orang akan menentukan pendapat mengenai sesuatu berdasarkan pengetahuan yang didapat langsung dengan cepat melalui proses yang tidak disadari.
d.      Penemuan Kebetulan dan Coba – coba
Kadang berguna, namun tidak ilmiah, dan juga tidak melalui langkah – langkah yang sistematis dan terkendali.
e.       Pendapat otoritas  Ilmiah dan Pikiran Kritis
Umumnya orang – orang yang telah berpengalaman dalam berbagai pekerjaan, dan kadang pemikiran mereka selalu diterima. Padahal tidak selamanya pemikiran mereka selalu benar.


2.      Pendekatan Ilmiah
Pengetahuan yang didapat dari pendekatan ilmiah diperoleh melalui penelitian ilmiah dan dibangun atas teori tertentu.

3.      Sifat Penelitian Ilmiah
a.       Berpikir skeptis : selalu mencari fakta dan bukti yang mendukung pernyataan.
b.      Berpikir analitis : sikap yang mendasarkan pada analisis dalam setiap persoalan dan memilih yang relevan serta utama.
c.       Berpikir kritis : pemecahan persoalan selalu berpijak pada logika dan obyektivitas data atau fakta.

4.      Syarat Penelitian Ilmiah
a.       Permasalah dan tujuan penelitian harus didefinisikan secara jelas dan tidak ambigu.
b.      Prosedur penelitian harus jelas
c.       Desain penelitian harus terencana dan sistematis
d.      Analisis data harus memadai untuk mengungkapkan permasalahan dan metode analisis yang digunakan harus sesuai dengan problem penelitian
e.       Kesimpulan harus didukung oleh data  dan hasil analisis yang akurat

C.     Konsep dan Konsepsi
1.      Konsep : merupakan abtraksi atau generalisasi suatu realita yang  membutuhkan beberapa kata untuk menjelaskannya agar dapat mengkomunikasikannya.
2.      Konsepsi : merupakan pemikiran yang secara khusus diciptakan bagi suatu penelitian dan atau untuk membangun teori dimana untuk mengkombinasikan konsep – konsep yang sederhana.

D.     Variabel dan Hubungan antarvariabel Penelitian
1.      Variabel Peneletian
Suatu atribut, sifat, ataupun suatu nilai dari suatu individu, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari serta ditarik kesimpulannya.
2.      Hubungan antarvariabel penelitian
a.       Variabel Independen : variable yang mempengaruhi
b.      Variabel dependen : variable yang dipengaruhi
c.       Variabel moderator : yang mengkuat atau melemahkan hubungan independen dan dependen
d.      Variabel Intervening : merupakan variabel yang secara teoritis mempengaruhi dependen dan independen
e.       Variabel Kontrol : merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti
f.       Variabel luar biasa : variabel yang jumlahnya tidak terbatas



E.     Definisi Operasional Dan Kerangkan Berpikir
1.      Definisi Operasional digunakan dalam suatu penelitian bertujuan untuk membantu peneliti saat akan akan menghadapi penambahan konsep baru selain itu jika ada definisi yang tidak jelas, sehingga hal ini sangat membantu menyelesaikan masalah.
2.      Kerangka Berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai factor yang telah diidentifikasikan sebagai masalah penting.

F.      Peranan teori dalam penelitian
Teori merupakan tempat berpijak dan menjadi dasar dalam melakukan penelitian yang mana di dalam teori berisi konsep, definisi, dan proposisi yang berhubungan erat secara sistematis, yang dibangun untuk menjelaskan suatu permasalahan yang ada.

G.    Perumusan Masalah Penelitian
Setiap penelitian yang dilakukan pasti memiliki masalah yang menjadi dasarnya dan hal tersebut perlu dipecahkan, sehinggan perumusan masalah yang akan dipecahkan perlu dibuat untuk memudahkan para peneliti tidak terlalu jauh dalam meneliti masalah.

H.    Hipotesis
Hipotesis merupakan pernyataan atau dugaan sementara yang diungkapkan secara deklaratif. Pernyataan atau dugaan diformulasikan dalam bentuk variabel agar bisa diuji secara empiris.


BAB III Proposal Penelitian
A.     Pengertian Proposal Penelitian
Merupakan suatu rencana dimana kerja, prospectus, garis besar atau konsep kerja suatu penelitian untuk menantisipasi berbagai hal yang mungkin tidak diinginkan dalam penelitian.

B.     Proses Pembuatan Proposal Penelitian
Agar tidak terjadi inkonsistensi, sebaiknya langkah – langkah dibawah ini dalam membuat proposal penelitian :
1.      Manajer mendeskripsikan masalah dan menyatakan dalam bentuk pernyataan
2.      Peneliti menterjemahkan pertanyaan manajemen menjadi pertanyaan penelitian
3.      Peneliti mengelaborasi pertanyaan penelitian menjadi pertanyaan-pertanyaan penyelidikan
4.      Peneliti menyiapkan proposal
5.      Manajer mereview proposal
6.      Jika tidak diterima. Maka manajer dan peneliti mendiskusikan proposal, klarifikasi, dan redefinis. Jika sepakat, akan kembali ke nomor 4
7.      Jika tidak diterima. Peneliti kembali ke nomor 2, lalu akan dilanjutkan pada Peneliti harus mengganti anlternatif solusi
8.      Kemudian peneliti kembali merumuskan kembali pertanyaan penelitian, dan akan menuju ke nomor 3 untuk memulai lagi
9.      Manajer akan menyetujui proyek (jika nomor 5 diterima)

C.     Struktur Proses Penelitian
1.      Judul Penelitian
2.      Dasar Pemikiran atau Latar Belakang Masalah
3.      Rumusan Masalah
4.      Tujuan Penelitian
5.      Manfaat Penelitian
6.      Tinjauan Pustaka
7.      Kerangka Pikir
8.      Hipotesis dan Anggapan Dasar
9.      Desain Penelitian
10.  Analisis Data
11.  Personel Penelitian dan Kualifikasinya
12.  Anggaran
13.  Jadwal
14.  Bibliografi atau Daftar Pustaka

BAB IV Desain Penelitian
A.     Pengertian Desain Penelitian
Desain Penelitian merupakan perencanaan, struktur, dan strategi penelitian dalam rangka menjawab pertanyaan dan mengendalikan penyimpangan yang mungkin terjadi. Dimana memuat rencana-rencana tentang informasi yang relevan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Memiliki 2 tujuan :
1.      Menyediakan jawaban-jawaban yang diperlukan dalam penelitian
2.      Mengendalikan penyimpangan yang mungkin terjadi

B.     Desain Penelitian yang Baik
1.      Rencana maupun sumber informasi, harus relevan dan sesuai kebutuhan
2.      Mempunyai gambaran strategi pendekatab yang digunakan dalam pengumpulan dan analisis data
3.      Jadwal dan anggaran penelitian juga harus diuraikan secara akurat dan jelas

C.     Klasifikasi Desain Penelitian
Terdapat 7 Dasar Desain Penelitian, yaitu :
1.      Penelitian Eksploratif dan Penelitian Formal
a.       Eksploratif : mengembangkan konsep dengan lebih jelas, memantapkan prioritas, dan memperbaiki desain penelitian akhir untuk digunakan dalam menentukan apakah penelitian berikutnya masih diperlukan atau tidak
b.      Formal : tujuannya untuk mendeskripsikan fenomena, mengestimasi ciri-ciri populasi, melihat hubungan antarvariabel yang berbeda, dan mengukur keterpengaruhan antarvariabel

2.      Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan
Tujuan Penelitian kasus dan Lapangan adalah mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan sesuatu unit sosial : individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat.
Penelitian kasus merupakan penelitian yang mendalam mengenai unit sosial tertentu yang hasilnya merupakan gambaran lengkap dan terorganisasi baik mengenai unit.

3.      Penelitian Cross Sectional dan Longitudal
a.       Cross Sectional : berupaya memberikan potret suatu keadaan pada waktu tertentu dan dilakukan hanya 1 kali
b.      Longitudinal : dilakukan berulang-ulang pada periode tertentu, dan mempunya kelebihan peneliti dapat mengamati perubahan dari waktu ke waktu

4.      Studi Observasi dan Survei
Peneliti melakukan pemeriksaan terhadap kegiatan suatu subyek atau sifatnya tanpa berupaya mendapatkan tanggapan dari siapapun

5.      Penelitian Eksperimental dan Ex-post Facto
1.      Eksperimental dibagi 2 :
a.       Eksperimental Sungguhan : menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan mengenakan satu atau lebih kondisi perlakuan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok control yang tidak mendapatkan kondisi perlakuan.
b.      Eksperimental Semu : memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen sebenarnya, dalam keadaan memungkinkan untuk mengontrol dan atau memanipulasi semua variabel yang relevan.
2.      Ex-post Facto
Desain penelitian yang empiris dan sistematis dan tidak dapat dikontrol variabel bebas secara langsung karena variabel memang tidak bisa dimanipulasi.

6.      Penelitian Deskriptif dan Kausalitas
Penelitian dilakukan dengan berupaya mendeskripsikan secara sistematis, factual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau suatu daerah tujuannya untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan tentang siapa, apakah, kapan, dimana, dan bagaimana dari suatu topic penelitian.

7.      Studi Kasualitas
Penelitian untuk melihat hubungan beberapa variabel yang belum pasti



BAB V Pengukuran
A.     Sekilas tentang Pengukuran
Pengukuran merupakan pemberian tanda berbentuk angka ataupun symbol untuk suatu fenomena empiris dengan satu atau beberapa criteria tertentu dengan memiliki 3 tahap
1.      Menyeleksi variabel yang bisa diamati
2.      Menggunakan angka atau symbol
3.      Mengaplikasikan sejumlah criteria untuk mengungkapkan fenomena empiris ke dalam symbol  atau angka

B.     Apa yang Diukur
Karakteristik dari suatu obyek, itulah yang diukur dalam penelitian. Dengan membuat indicator-indikator yang dapat digunakan untuk mengukur karakteristik itulah yang menjadi obyek sang peneliti

C.     Skala Pengukuran
Dalam Pengukuran Variabel menggunakan skala yang memiliki 4 macam tipe, yaitu nominal, ordinal, interval, dan rasio. Masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Berikut adalah karakteristik skala :
1.      Menunjukkan perbedaan tingkatan, yang satu lebih tinggi atau lebih rendah dibanding yang lain
2.      Menunjukkan jarak perbedaan, kategori yang satu berbeda sekian unit dibanding yang lain.
3.      Menunjukkan perbandingan. Kategori yang bisa dibandingkan dengan yang lain.
Keempat tipe skal mempunyai karakteristik berikut :
Tipe Skala
Karakteristik
Tingkatan               Jarak         Perbandingan
Keterangan
Nominal


Ordinal



Interval



Rasio
Tidak ada            tidak ada          tidak ada


      Ada                tidak ada           tidak ada



      Ada                    ada                  tidak ada



      Ada                    ada                      ada
Setiap kategori memiliki tingkatan yang sama

Kategori yang satu lebih rendah atau tinggi dari yang lain

Perbedaan setiap kategori mengandung informasi jarak

Nilai kategori yang satu dibandingkan dengan yang lain



D.     Teknik Skala yang Sering Digunakan

1.      Skala Penilaian
a.       Skala dikotomi : digunakan untuk memiloih dua pilihan (nominal)
b.      Skala kategori : menggunakan beberapa item pilihan (nominal)
c.       Skala linkert : menilai sejauh mana subyek setuju atau tidak setuju dengan pernyataan yang diajukan
d.      Skala perbedaan semantik : digunakan untuk menggali respon atribut dua nilai ekstrim dari obyek, peristiwa, atau individu yang mengindikasikan sikap mereka.
e.       Skala numerik : mirip semantic
f.       Skala jumlah konstan : mendistribusikan penilaiannya kedalam beberapa pilihan yang keseluruhan jumlahnya 100 poin
g.       Skala baku : mengukur intensitas sikap terhadap item yang diteliti secara simultan
h.      Skala grafis : paling banyak digunakan untuk menilai kinerja seseorang. (ordinal atau interval)
i.        Skala konsensus : dikembangkan melalui consensus dari satu panel yang terdiri atas beberapa panelis berpengalaman karena prosesnya tidak sederhana. Jarang digunakan.

2.      Skala Ranking digunakan untuk menunjukkan urutan 2 atau lebih obyek atau item (ordinal).
a.       Force Choice : memberikan kesempatan kepada responden untuk menunjukkan urutan beberapa obyek yang diajukan.
b.      Skala Perbandingan : menyediakan dasar pembanding untuk menghadapi suatu objek, peristiwa atau situasi yang diteliti

E.      Tahapan Pengukuran
Pengukuran Kualitatif mempunyai tahap-tahap yaitu :
1.      Tentukan symbol yang akan digunakan untuk mengukur variabelyang diteliti
2.      Tentukan indicator yany tepat sebagai alat ukur
3.      Tentukan skala yang digunakan
4.      Tentukan criteria yang digunakan
5.      Jabarkan indikatornya
6.      Untuk melihat kecocokan alat ukur, lakukan uji validitas dan reabilitas


F.      Karakteristik Pengukuran
1.      Validitas : Menunjukkan sejauh mana ketepatan, kesesuaian, atau kecocokan suatu alat untuk mengukur apa yang akan diukur.
a.       Validitas isi
b.      Validitas criteria
c.       Validitas konsepsi



2.      Reliabilitas : menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur konsisten atau memiliki kemantapan dalam penggunaanya
a.       Stabilitas
b.      Ekuivalensi
c.       Konsisten Internal

G.    Sumber kesalahan dalam Pengukuran
Peneliti harus mengenali sumber permasalahan dalam pengukuran yang umumnya berasal dari :
1.      Responden
2.      Situasi
3.      Pewawancara
4.      Instrumen Penelitian

BAB VI Teknik Pengambilan Sampel
A.     Populasi Sample dan Kerangka Sampel
1.      Populasi : merupakan keseluruhan obyek yang dileti baik terbatas maupun tidak terbatas. Biasanya dapat berupa subyek yang punya kualitas
2.      Sampel : bagian dari populasi untuk memperkirakan atau mewakilkan sisi karakteristik dari populasi tersebut
3.      Kerangka sampel : daftar semua unsur yang ada didalam populasi

B.     Sifat Pengambilan Sampel
1.      Ada sifat yang sama antara sampel dan populasi (karena sampel merupakan bagian populasi) sehingga dengan mengambil sedikit, hasilnya relative sama apabila populasinya homogen
2.      Untuk penelitian bersifat merusak, maka pengambilan sampel merupakan satu-satunya cara yang harus diambil.

C.     Sampel yang Baik
Harus memiliki 2 kriteria di bawah ini :
1.      Akurasi : sampel yang akurat merupakan sampel yang dimanfaatkan untuk mengembangkan penilaian diantara anggota-anggota sampel.
2.      Ketelitian : rendahnya tingkat kesalahan estimasi.

D.     Metode Pengambilan Sampel
1.      Probability Sampling (Random Sampling) : Pengambilan sampel secara acak memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
2.      Nonprobabilty Sampling (Sampling Nonprobabilitas) : probabilitas elemen populasi tidak diketahui, sehingga tidak membuka peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsure atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.



E.     Penentuan Besarnya Anggota Sampel
Biasanya peneliti akan melakukan hal berikut :
1.      Jarak Interval yang diinginkan bagi perkiraan suatu populasi
2.      Tingkat keyakinan yang dapat diterima dalam estimasi
Selain itu ada factor lain yang mempengaruhi ukuran sampel
a.       Sifat populasi : semakin heterogen, semakin besar jumlah yang dibutuhkan
b.      Desain analisis yang digunakan : ada analisis tertentu yang dikerjakan dengan jumlah sampel yang cukup besar
Ada pula pertimbangan lainnya, seperti :
1.      Praktis yang mencakup unsure biaya, waktu tenaga dan kemampuan
2.      Ketepatan dimana semakin kecil alpha, semakin banyak anggota sampelnya
3.      Nonrespons : perkiraan anggota sampel yang dapat dijadikan responden.


F.      Kesalahan Umum dalam Menentukan Besarnya Anggota Sampel

1.      Peneliti menetapkan jumlah sampel yang terlalu kecil
2.      Peneliti tidak menggunakan “Stratified Random Sampling” yang disyaratkan untuk menentukan anggota sampel subgroupnya
3.      Peneliti mengubah prosedur teknik pengambilan sampel
4.      Peneliti memilih anggota sampel yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian
5.      Peneliti gagal menentukan jumlah anggota populasi yang dapat dipercaya
6.      Peneliti mengurangi jumlah anggota sampel yang telah ditentukan oleh perhitungan semula.
7.      Peneliti memilih grup eksperimen dan grup control dari populasi berbeda
8.      Peneliti menggunakan grup sukarela, tetapi sengaja tidak membedakannya dengan grup wajin sehingga ia gagal menginpretasikan hasil penelitiannya
9.      Kekeliruan nonsampling bisa terjadi dalam setiap penelitian. Sebabnya adalah :
a.       Populasi tidak didefinisikan terlebih dahulu
b.      Penyimpangan populasi tidak dipelajari
c.       Kuesioner tidak dirancang sesuai dengan tujuan penelitian
d.      Jawaban responden kurang sesuai dengan keinginan atau tujuan penelitian
e.       Responden kurang obyektif dalam menjawab
f.       Responden menolak memberikan jawaban



BAB VII Teknik Pengumpulan Data
A.     Sekilas tentang Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat menggunakan primer maupun sekunder tergantung dari penelitian yang dilakukan. Guna pengumpulan data untuk membantu peneliti meneliti suatu fenomena yang ada dan mampu memberikan kesimpulan maupun saran dari pemecahan masalah fenomena tersebut

B.     Wawancara
Wawancara bisa dilakukan langsung maupun tidak langsung tergantung dari situasi saat peneliti lakukan. Wawancara merupakan komunikasi 2 arah dimana peneliti berbincang dengan narasumber untuk menggali banyak informasi guna dikumpulkan untuk peneltian yang dilakukan.
Wawancara terbagi menjadi 2 cara yaitu :
1.      Terstruktur : dimana peneliti sudah menyiapkan pertanyaan dari mulai perkenalan sampai dengan hal paling khusus yang ditanyakan sesuai urutan
2.      Tidak terstruktur : Disini peneliti bebas menggunakan pertanyaan dan tidak terpaku pada urutan

C.     Kuesioner
Teknik pengumpulan data ini paling efisien karena peneliti tidak perlu mendatangi suatu respoden, cukup menyiapkan pertanyaan tertulis dan kirimkan pada responden. Paling banyak digunakan jika respondennya banyak.
1.      Keuntungan
a.       Biaya lebih hemat
b.      Bias jawaban responden dapat dikurangi
c.       Cakupan jumlah responden banyak
d.      Member kesempatan pada responden untuk berpikir dan menjawab
2.      Kelemahan
a.       Responden harus memiliki telepon dan mengerti baca tulis
b.      Pengirim kuesioner akan mempertinggi nonresponse error dan ini tidak bisa dikurangi
c.       Apabila ada pertanaan yang kurang dimengerti, peneliti tidak bisa menjelaskan kepada responden
3.      Prinsip Kuesioner
a.       Penulisan Kuesioner
1.      Isi dan tujuan pertanyaan
2.      Bahasa yang digunakan
3.      Tipe dan bentuk pertanyaan
4.      Pertanyaan tidak mendua
5.      Tidak menanyakan kejadian yang sudah berlalu
6.      Pertanyaan yang mengarah ke satu arah jawaban
7.      Urutan pertanyaan
8.      Panjang pertanyaan

b.      Prinsip Pengukuran : kuesioner adalah alat untuk mengukur penelitian. Untuk memperoleh data valid dan reliable, maka harus di uji validitasnya sebelum diberikan pada responden
c.       Penampilan Fisik Kuesioner : dibuat rapid an semenarik mungkin dan tidak perlu mahal

D.     Observasi
Merupakan metode yang sistematis dan standar dalam pengumpulan data, yang didasarkan pada konsep, definisi, dan pengukuran variabel. Dengan ini, dapat diperoleh ukuran variabel yang bukti empirisnya dapat diambil dari pertanyaan yang diajukan.
Observasi dibagi 4 dalam segi proses pengumpulan data, yaitu :
1.      Observasi berperan serta : peneliti terjun langsung dan terlibat dalam obyek yang diteliti
2.      Observasi Nonpartisipan : hanya sebagai pengamat dan tidak terlibat langsung
3.      Observasi Terstruktur : model observasi sudah disiapkan oleh peneliti
4.      Observasi tidak terstruktur : sang peneliti tidak perlu persiapan untuk menyiapkan model observasi karena belum mengetahui obyek yang diteliti
Keunggulan
a.       Dapat diperoleh data asli
b.      Tidak ada keterlambatan laporan
c.       Tidak ada informasi yang bisa disembunyikan oleh orang lain
d.      Tidak ada kejadian terlupakan
e.       Tidak member kesempatan kepada responden untuk mengemukakan alasan
f.       Peneliti dapat menjaga informasi yang diabaikan oleh partisipan
g.       Peneliti dapat menangkap semua kejadian yang berlangsung secara lengkap dan terpercaya
Kelemahan
a.       Harus berada ditempat kejadian
b.      Biaya dan waktu yang mahal jika penelitian lama
c.       Hasil paling reliable terbatas
d.      Metode observasi tidak cocok digunakan untuk melihat atau mengetahui informasi
Penggunaan Metode Observasi
1.      Observasi bukan perilaku, ada tiga proses, yaitu:
a.       Analisis catatan (record analysis)
b.      Analisis kondisi fisik (physical conditional analysis)
c.       Analisis proses fisik (phisical process analysis)


2.      Observasi perilaku, yaitu observasi terhadap seseorang atau sekelompok orang yang diklasifikasikan sebagai berikut:
a.       Perilaku Nonverbal : studi tentang gerakan, ekspresi gerak dan pertukaran pandangan
b.      Perilaku Bahasa: Mengamati kata-kata dan suara yang digunakan
c.       Perilaku Bahasa Ekstra: studi analisis vokal, temporal, interaksi, dan gaya verbal (dialek bahasa)
d.      Perilaku Spasial: model mempelajari bagaimana kita menjalin hubungan dengan orang lain.

BAB VIII Analisis Data
A.     Persiapan Analisis Data, yaitu perencanaan atau teknik yang dipersiapkan untuk penelitian yang akan dilaksanakan agar memperoleh karakteristik dan persyaratan analisis yang diperlukan secara efektif. Adapun langkah-langkah yang dilakukan setelah semua data terkumpul, yaitu:

1.      Pemeriksaan Data (Editing) , merupakan proses dasar untuk menguji ketelitian dan tanggung jawab dalam melihat apakah:
-          Data sudah benar-benar akurat
-          Terdapat konsistensi anatara data dengan fakta di lapangan
-          Sudah terdapat keseragaman dalam pemberian tanda atau kriteria jawaban
-          Data sudah lengkap
-          Telah disusun fasilitas pemberian kode (coding) dan tabulasi

2.      Pembuatan Kode (Coding), merupakan proses pemberian tanda dengan angka atau simbol atas semua jawaban yang terdapat dalam kuesioner. Terdapat empat pemdoman dalam pembuatan kategori, yaitu:
-          Pemberian kode harus didasarkan pada masalah dan tujuan penelitian
-          Lengkap dan terbatas
-          Saling meniadakan
-          Diturunkan dari prinsip klasifikasi
Ada pun prosedur dalam pembuatan kode dikelompokan menjadi empat jenis, yaitu:
a.       Untuk jawaban berupa angka (tak terbatas)
b.      Untuk jawaban tertutup (dikotomi atau pilihan ganda)
c.       Untuk jawaban semi terbuka
d.      Untuk jawaban terbuka

3.      Penyusunan tabel (tabulasi), merupakan proses peringkasan data dan menampilakannya dalam bentuk yang lebih rapi untuk kepentingan analisis lebih lanjut. Dapat dilakukan secara manual ataupun komputer.

B.     Analisis Data Deskriptif , digunakan untuk :
-            Mengkaji gambar suaru variabel, seperti profil perusahaan, kelompok kerja, dan subjek lain, dengan karakteristiknya seperti besar, komposisi, dan lain-lain.
-            Menunjukan posisi suatu subjek pada waktu-waktu tertentu.
-            Dapat digunakan untuk peramalan
Sebelum melakukakn analisis, peneliti harus mengklasifikasikan data menjadi data kuantitatif atau data kualitatif, karena secara mekanis akan terjadi perubahan dalam tahapan analisis, akan terjadi:
a.       Perubahan angka dan catatan hasil pengumpulan data menjadi informasi yang lebih mudah dipahami
b.      Penggunaan alat analisis bermanfaat untuk membuktikan hipotesis secara benar, bukan kebetulan
c.       Interpretasi atas berbagai informasi dalam krangka yang lebih luas atau inferensi ke populasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul
Selanjutnya, secara substantif, tahapan analisis akan melakukan proses:
a.       Membandingkan dan menguji teori atau konsep dengan informasi yang ditemukan
b.      Mencari dan menemukan adanya konsep baru dari data yang dikumpulkan
c.       Mencari penjelasan apakah konsep baru berlaku umum atau baru terjadi bila ada prasyarat tertentu

C.     Analisis Kualitatif
Analisis sebab akibat dan analisis hubungan antar variabel penelitian. Analisis sebab akibat adalah analisis yang mengamati bagaimana suatu variabel membawa akibat terhadap variabel lain. Ada beberapa tahpan untuk melihat hubungan antar dua variabel, yaitu:
-          Membuat tabulasi silang. Tabel silang dapat memperlihatkan keterhubungan antar variabel secara signifikan
-          Analisis regresi dan korelasi agar konsep peralamalannya lebih jelas, tidak sekedarmengetahui signifikansi hubungan.
Pada pelaksanaan analisis data, ada beberapa analisis yang harus dilakukan peneliti, yaitu:
1.      Analisis Univariat : Digunakan pada variabel dalam bentuk distribusi frekuensi, tendensi sentral, rata-rata, dan ukuran penyebaran dari standar deviasi.
2.      Analisis Bivariat : Akan menganalisis hubungan antar dua variabel yang mungkin akan terbentuk hubungan;
-          Simetris, yaitu tidak saling mempengaruhi
-          Saling mempengaruhi
-          Variabel satu mempengaruhi variabel yang lainnya
3.      Analisis Hubungan Antarvariabel : penetapan arah hubungan antar variabel yang saling mempengaruhi.
4.      Analisis Multivariat : digunakan untuk mengetahui pengaruh murni determinan tertentu dan pengauh beberapa faktor simultan, terdapat dua kelompok dalam analisis ini, yaitu: (1) kelompok ketergantungan, dan (2) kelompok saling ketergantungan.

Sebelum menetapkan instrumrn statistik, maka peneliti harus memperhatikan beberapa aspek penting, yaitu:
a.       Tujuan penelitian
b.      Skala pengukuran
c.       Hipotesis
d.      Peramalan
Ada beberapa teknik statistik yang dapat digunakan dalam penelitian, yaitu:
1.      Statistik Desktiptif : digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan data yang telah terkumpul apa adanya, tidak digeneralisasikan.
2.      Statistik Inferensial : digunakan untuk menganalisis data sampel dan akan digunakan untuk generalisasi untuk populasinya.
3.      Statistik Parametrik : digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik atau ukuran populasi melalui data sampel, yang dinamakan uji hipotesis statistik
4.      Statistik Nonparametrik : tidak menguji parameter populasi tapi distribusi dan tidak menuntut terpenuhinya banyak asumsi seperti halnya statistik parametrik

D.     Hubungan Judul Penelitian, Perumusan Masalah, Hipotesis, dan Teknik Analisis
Judul penelitian, perumusan masalah, hipotesis penelitian, dan teknik analisis data saling berhubungan erat. Peneliti harus menyadari bahwa tidak setiap penelitian memerlukan hipotesis. Namun setiap penelitian memerlukan perumusan masalah agar lebih jelas tujuan dan penyelesaian (pencapaian) dari penelitian tersebut.

E.     Pengujian Hipotesis
Menguji hipotesis berarti menaksir parameter populasi berdasarkan data sampel, yaitu point estimate dan interval estimate. Point estimate merupakan taksiran parameter populasi berdasarkan suatu nilai dari rata-rata data sampel. Kemudian interval estimate merupakan suatu taksiran parameter populasi berdasarkan nilai interval rata-rata data sampel.

Adapun langkah-langkah umum dalam pengujian hipotesis, yaitu:
1.      Menentukan formulasi hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha)
2.      Menentukan alternatif pengujian : dua arah atau satu arah
3.      Menentukan level of significance (α)
4.      Menentukan kriteria pengujian: daerah penerimaan atau penolakan
5.      Penentuan nilai Z (sampel ≥ 30) atau t (sampel < 30) berdasarkan distribusi sampling-nya
6.      Kesimpulan (keputusan pengujian)



BAB IX MENYUSUN LAPORAN PENELITIAN
A.     Sekilas Tentang Laporan Penelitian
-            Penyusunan laporan penelitian merupakan proses akhir yang membutuhkan keuletan dan ketekunan
-            Terdapat dua tahap penyusunan laporan, yaitu laporan penelitian ditulis secara formal, dan peneliti menyajikan penelitian dalam forum diskusi dengan membuat laporan ringkas
-            Laporan penelitian dibuat secara sistematis, logis, dan konsisten antarbab

B.     Laporan Penelitian Informal (Short Report)
-          Laporan berisi komentar, analisis, kesimpulan, atau rekomendasi terbatas
-          Permasalahan yang ditampilkan telah didefinisikan secara baik dan lingkup terbatas dan membutuhkan prasyarat yang sudah tersedia dan metodologi yang sederhana juga banyak dikenal
-          Laporan umumnya terdiri kurang lebih 5 halaman, tetapi dapat juga lebih dari 10 halaman.

C.     Laporan Penelitian Formal (Long Report)
-          Berisi segala persiapan yang diperlukan, pengumpulan data pengolahan, analisis data, pengambilan kesimpulan, dan rekomendasi.
-          Terdapat dua jenis laporan, yaitu laporan teknis (technical report) yang bersifat ilmiah, dan laporan tidak ilmiah (popular report), penggunaanya tegantung tujuan penelitian
-          Laporan ini dibuat untuk pembaca khusus yang mempunyai variatif pada bidang pengetahuan sehingga memerlukan bahasa yang lebih mudah di pahami (hasil yang diperoleh rekomendasinnya, dan bagai mana aplikasinnya)

D.     Format Penulisan Laporan Penelitian
Dasar pembuatan laporan penelitian formal, yaitu:
-          Logis,artinya menunjukan informasi yang mencakup tujuan studi,pengumpulan data,serta metodologi dan batasan-batasannya,kemudian akhirnya menganalisis dan memberikan saran serta rekomendasi.
-          Psikologis, artinya tidak menimbulkan kejenuhan dan kebosanan dalam membacanya, maka laporan formal harus mudah dimengerti enak dibaca, dan teratur urutannya.
-          Sistematis, artinya disusun sesuai dengan aturan penulisan ilmiah yang berlaku secara logis. 
-          Aturan penulisan karya ilmiah yang harus dipahami oleh peneliti adalah: (1) penulis harus memahami kepada siapa penulisaan ilmiah ditujukan, (2) penulis harus menyadari bahwa pembaca laporan tidak mengikuti kegiatan proses penelitian sehingga penulisan harus memuat kronologis yang jelas,dan (3) penulis harus berupaya mengambil inti dari hasil penelitian sehingga akan memudahkan pembaca untuk menangkap manfaat dari hasil laporan penelitian.
Berikut contoh format laporan penelitian:
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR ATAU DIAGRAM
SINOPSIS ATAU RINGKASAN LAPORAN PENELITIAN
BAB I        : Pendahuluan
A.             Latar Belakang Permasalahan
B.              Perumusan Masalah
C.              Tujuan Penelitian
D.             Batasan Penelitian
E.              Kegunaan Penelitian
BAB II      : Landasan Teori dan Hipotesis
A.             Deskripsi Teori
B.              Penemuan Hasil Penelitian yang Lalu
C.              Kerangka Berpikir
D.             Hipotesis
BAB III     : Metode Penelitian
A.             Pemilihan Subjek Penelitian danLokasi Penelitian
B.              Populasi dan Teknik Sampling
C.              Desain Penelitian
D.             Pengumpulan Data
E.              Teknik Analisis Data
BAB IV     : Hasil Penelitian dan Pembahasan
A.            Analisis Kuantitatif
B.            Analisis Kualitatif
C.            Pembahasan Hasil Penelitian
BAB V       : Kesimpulan dan Saran
A.            Kesimpulan
B.            Saran





Categories: ,

0 komentar:

Post a Comment