Posted by Ricky Posted on Friday, June 26, 2015 | 1 comment

DISEWAKAN 2 UNIT RUKO Di KOTA BOGOR (AKSES TOL TANAH BARU)

Disewakan 2 Unit Ruko di Tanah Baru Bogor Utara (STRATEGIS)
Jl. Pangeran Sogiri RT 011/011 Kota Bogor


1. Cocok untuk jenis usaha apapun

2. Lokasi Sangat Strategis (Dekat dengan akses Tol Lingkar Luar Bogor/Tanah Baru)

3. Lahan Parkir Luas

4. Akses Angkutan Umum No. 17 Jurusan Pomad - Binamarga (Terminal Baranang Siang)

5. Dekat dengan Kawasan Perumahan Komplek Tanah Baru dan Taman Kenari

6. Akses Jalan Raya yang Mulus

Harga Nett Rp 32 Juta/Unit/Tahun  (Ada kamar mandi)

HARGA SPECIAL JIKA ANDA SEWA LEBIH DARI 2 TAHUN!!!

INFO Lengkap Silahkan hubungi No. Hp:

0813-1558-5958 (Bapak Basyir Tanah Baru) 

NO SMS, HANYA TELPON!


Posted by Ricky Posted on Friday, May 08, 2015 | 1 comment

Pundi Rupiah Lewat 8Share Indonesia [INFO]

8 share indonesia


Mungkin disini banyak yang sudah tahu mengenai website penghasil pundi-pundi uang bagi anda secara pasif. Tentunya sudah banyak sekali website yang menawarkan hal semacam itu. Baik yang benar secara legal maupun yang legal. Nah, saat ini saya akan membahas mengenai website 8Share
Posted by Ricky Posted on Friday, April 10, 2015 | No comments

Lanjutan 2: Proses Perangkat Lunak dan Metrik Proyek

partsoultions, proses perangkat lunak

Image Source: www.partsoultions.com

4.4. Menyatukan Berbagai Pendekatan Metrik Yang Berbeda

Berbagai penelitian dilakukan untuk megkaitkan FP dan pengukuran LOC. Tabel berikut ini memberikan estimasi kasar terhadap rata-rata jumlah baris kode yang diperlukan untuk membangun satu function point dalam berbagai bahasa pemrograman :
Bahasa Pemrograman
LOC/FP (rata-rata)
Bahasa assembly
320
C
128
Cobol
105
Fortran
105
Pascal
90
Ada
70
Bahasa berorientasi objek
30
Bahasa generasi keempat (4GLs)
20
Generator kode
15
Spreadsheets
6
bahasa grafis (icon)
4

Basili dan Zelkowitz menetapkan lima faktor penting yang mempengaruhi produktivitas perangkat lunak, yaitu :
Faktor manusia. Ukuran dan keahlian organisasi pengembangan.
Faktor masalah. Kompleksitas masalah yang dipecahkan dan jumlah perubahan dalam batasan dan persyaratan desain.
Faktor proses. Teknik analisis dan desain yang digunakan, bahasa dan peranti CASE yang tersedia, dan teknik-teknik kajian.
Faktor sumber daya. Ketersediaan peranti CASE dan sumber daya perangkat keras dan perangkat lunak.

Posted by Ricky Posted on Friday, April 10, 2015 | No comments

Lanjutan: Proses Perangkat Lunak dan Metrik Proyek

proses perangkat lunak

Image Source: www.theglobalgeek,com

4.3. Pengukuran Perangkat Lunak

Pengukuran langsung dari proses rekayasa perangkat lunak menyangkut biaya dan usaha yang diaplikasikan. Pengukuran langsung dari produk menyangkut deretan kode (LOC) yang diproduksi, kecepatan eksekusi, ukuran memori dan cacat yang dilaporkan pada sejumlah periode waktu.Pengukuran tidak langsung dari produk menyangkut fungsionalitas, kualitas, kompleksitas, efisiensi, reliabilitas, kemampuan pemeliharaan, dan banyak lagi ”kemampuan” lain.

4.3.1 Metrik Size-Oriented

Metrik perangkat lunak size-oriented (berorientasi pada ukuran) ditarik dengan normalisasi kualitas dan atau pengukuran produktivitas dengan mempertimbangkan ”ukuran” perangkat lunak yang dihasilkan.
Dari data yang belum sempurna yang ada pada tabel, dapat dikembangkan serangkaian metrik size-oriented yang sederhana untuk setiap proyek:
·         kesalahan (error) per KLOC (ribuan baris kode),
·         $ perLOC cacat (defect) per KLOC,
·         halaman dokumentasi per KLOC,
Sebagai tambahan, metrik menarik yang lain dapat dihitung :
·         Kesalahan/person-month,
·         LOC per person-month,
·         $/halaman dokumentasi

4.3.2 Metrik Function-Oriented

Metrik perangkat lunak function oriented (berorientasi pada fungsi) menggunakan sebuah pengukuran fungsionalitas yang disampaikan oleh aplikasi sebagai suatu nilai normalisasi. Metrik berorientasi fungsi pertama kali diusulkan oleh Albrecht yang mengusulkan sebuah pengukuran yang disebut function point. Function point ditarik dengan menggunakan sebuah hubungan empiris berdasarkan pengukuran (langsung) domain informasi perangkat lunak yang dapat dihitung serta perkiraan kompleksitas perangkat lunak.

Function point dihitung dengan melengkapi tabel yang diperlihatkan pada Gambar 4.2. Nilai domain informasi didefinisikan dengan cara sbb :

Parameter pengukuran
Jml
sederhana
rata-rata
kompleks
Faktor Pembobot
Jml input pemakai
       x
3
4
6
=
Jml output pemakai
       x
4
5
7
=
Jml penyelidikan pemakai
       x
3
4
6
=
Jml file
       x
7
10
15
=
Jml interface internal
       x
6
7
10
=
Total  

Gambar 4.2. Penghitungan metrik function point


Jumlah input pemakai. Setiap input pemakai yang memberikan data yang berorientasi pada aplikasi yang jelas pada perangkat lunak dihitung.
Jumlah output pemakai. Setiap output pemakai yang memberikan informasi yang berorientasi pada aplikasi kepada pemakai dihitung. Pada konteks ini output mengacu pada laporan, layar, tampilan kesalahan dsb.
Jumlah penyelidikan pemakai. Sebuah penyelidikan didefinisikan sebagai input on-line yang mengakibatkan munculnya beberapa respon perangkat lunak yang cepat dalam bentuk sebuah output on-line.
Jumlah file. Setiap file master dihitung.
Jumlah interface eksternal. Semua interface yang dapat dibaca oleh mesin yang digunakan untuk memindahkan informasi ke sistem yang lain dihitung.

Untuk menghitung titik-titik fungsi (FP) dipakai hubungan sebagai berikut :

FP = jumlah total x [0,65 + 0,01 x Fi]


Sekali titik fungsi telah dihitung, maka titik-titik itu digunakan dengan cara analog dengan LOC untuk menormalisasi pengukuran produktivitas, kualitas perangkat lunak, serta atribut-atribut yang lain :
·         kesalahan per FP
·         cacat per FP
·         $ per FP
·         halaman dokumentasi per FP
·         FP per person-month

4.3.3. Metrik Function Point yang Diperluas

Ekstensi function point yang disebut feature points merupakan superset dari pengukuran function point yang dapat diterapkan pada aplikasi perangkat lunak rekayasa dan sistem. Pengukuran feature point mengakomodasi aplikasi yang kompleksitas algoritmanya tinggi.
Ekstensi function point untuk sistem real-time dan produk rekayasa telah dikembangkan oleh Boeng mengintegrasi dimensi data perangkat lunak dengan dimensi kontrol dan fungsional untuk memberikan sebuah pengukuran yang berorientasi pada fungsi, yang disebut 3D Function Point, yang dapat dipertanggungjawabkan untuk aplikasi yang menekankan kemampuan fungsi dan kontrol karakteristik dari semua dimensi perangkat lunak ”dihitung, dikuantisasi, dan ditransformasi” ke dalam sebuah pengukuran yang memberikan indikasi fungsionalitas yang disampaikan oleh perangkat lunak.
Penghitungan data yang disimpan (struktur data program internal, seperti file) dan data eksternal (input, output, inquiry, dan referensi eksternal) dipakai bersama dengan pengukuran kompleksitas untuk menarik penghitungan dimensi data.
Tingkat kompleksitas yang diberikan pada masing-masing transformasi merupakan fungsi dari sejumlah langkah proses dan sejumlah pernyataan semantik yang mengontrol langkah pemrosesan. Gambar 4.3. memberikan tuntunan bagi kompleksitas penugasan dalam dimensi fungsional
        Pernyataan
            Semantik

Langkah-lang
kah pemrosesan


1 – 5


6 – 10


11 +
1 – 10
rendah
rendah
rata-rata
11 – 20
rendah
rata-rata
tinggi
21+
rata-rata
tinggi
tinggi

Gambar 4.3. Menentukan komleksitas transformasi untuk function point 3D

Tambahan, BACA JUGA Proses Perangkat Lunak dan Metrik Proyek
Posted by Ricky Posted on Monday, April 06, 2015 | No comments

PERTEMUAN 4 - Proses Perangkat Lunak Dan Metrik Proyek


image source: linkedin.com

Pengukuran dapat digunakan oleh perekayasa perangkat lunak untuk membantu memperkirakan kualitas produk kerja teknis serta untuk membantu mengambil keputusan taktis pada saat proyek sudah berjalan.

4.1. Pengukuran, Metrik dan Indikator

Measure mengindikasikan kuantitatif dari luasan, jumlah, dimensi, kapasitas atau ukuran dari atribut sebuah proses atau produk. Measurement adalah kegiatan menentukan sebuah measure (pengukuran). IEEE Standard Glossary of Software Engineering Terms mendefinisikan metrics sebagai ”ukuran kuantitatif dari tingkat di mana sebuah sistem, komponen atau proses memiliki atribut tertentu.”

Metrik perangkat lunak menghubungkan pengukuran individu dengan banyak cara (seperti rata-rata jumlah kesalahan yang ditemukan per kajian atau jumlah rata-rata kesalahan yang ditemukan per person-hour yang dipakai pada kajian).

Rekayasa perangkat lunak mengumpulkan pengukuran dan mengembangkan metrik sehingga diperoleh suatu indikator. Indikator adalah sebuah metrik atau kombinasi dari metrik yang memberikan pengetahuan ke dalam proses perangkat lunak, sebuah proyek perangkat lunak, atau produk itu sendiri.

4.2. Metrik Dalam Proses dan Domain Proyek

Metrik harus dikumpulkan sehingga indicator proses dan produk dapat dipastikan. Indikator proses memungkinkan sebuah organisasi rekayasa perangkat lunak memperoleh pengetahuan tentang reliabilitas sebuah proses yang sedang berlangsung (misalnya paradigma, tugas-tugas rekayasa perangkat lunak, produk kerja, dan kejadian penting). Indikator proses memungkinkan manajer dan pelaksana memperkirakan apa yang harus dikerjakan dan yang tidak.
Indikator proyek memungkinkan manajer proyek perangkat lunak :
(1). Memperkirakan status sebuah proyek yang sedang berlangsung
(2). Menelusuri risiko-risiko potensial
(3). Menemukan area masalah sebelum masalah ”menjadi semakin kritis”
(4). Menyesuaikan aliran kerja atau tugas-tugas; dan
(5). Mengevaluasi kemampuan tim proyek untuk mengontrol kualitas hasil kerja rekayasa perangkat lunak

Posted by Ricky Posted on Monday, April 06, 2015 | No comments

IT PROJECT MANAGEMENT PLAN



 image source: actuaries.digital



IT PROJECT MANAGEMENT PLAN
< ORGANIZATION NAME >
< PROJECT NAME >
Document Revision #:
Date of Issue:
Project Manager:

Approval Signatures




Approved by:                     Business Project Leader

Approved by:                         IM/IT Project Leader









Prepared by:                   Business Project Manager

Prepared by:                        IM/IT Project Manager











Reviewed by:               Quality Assurance Manager






Posted by Ricky Posted on Saturday, April 04, 2015 | No comments

Lanjutan: Capital Asset Model Pricing (CAPM)

image source: us.fotolia.com

11.  Contoh:
contoh soal capm

contoh soal capm

12.  Mengestimasi Beta Saham
a)      Beta saham adalah ukuran seberapa besar perubahan return saham sebagai akibat perubahan return pasar.
b)      Untuk mengestimasi beta, bisa digunakan market model, yang pada dasarnya sama dengan single index model.
c)      Persamaan market model:
            estimasi beta saham
i)        Ri : return sekuritas i.
ii)      Rm : return indeks pasar.
iii)    α: intersep
iv)    β: slope
v)      ei : random residual error
d)     Persamaan market model bisa dilakukan dengan meregresi antara return sekuritas yang akan dinilai dengan return indeks pasar.
e)      Regresi tersebut akan menghasilkan nilai αi (merupakan ukuran return sekuritas i yg tidak terkait dengan return pasar), dan nilai βi (menunjukkan slope yang mengindikasikan peningkatan return yang diharapkan pada sekuritas i untuk setiap kenaikan return pasar sebesar 1%).

13.  Saham Overvalued vs Undervalued
a)      Persamaan CAPM dpt digunakan untuk menentukan apakah suatu sekuritas dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah dr yg seharusnya.
b)      Contoh:
saham overvalued vs undervalued

E(Ra) = 0,15 + (0,2 -0,15) 1,2 = 21 %
E(Rb) = 0,15 + (0,2 – 0,15) 0,8 = 19 %
E(Rc) = 0,15 + (0,2 – 0,15) 1,5 = 22,5 %
c)      Saham C dikatakan undervalued karena Return ekspetasi < return realisasi sehingga Investor akan membeli saham C tersebut.
d)     Saham B dikatakan overvalued karena return ekspetasi > return realisasi sehingga investor akan menjual saham B tersebut.
e)      Saham A berada pada titik keseimbangan.