image source: us.fotolia.com
12. Mengestimasi Beta Saham
a) Beta saham adalah ukuran seberapa besar perubahan return saham sebagai akibat perubahan return pasar.
b) Untuk mengestimasi beta, bisa digunakan market model, yang pada dasarnya sama dengan single index model.
c) Persamaan market model:
i) Ri : return sekuritas i.
ii) Rm : return indeks pasar.
iii) αi : intersep
iv) βi : slope
v) ei : random residual error
d) Persamaan market model bisa dilakukan dengan meregresi antara return sekuritas yang akan dinilai dengan return indeks pasar.
e) Regresi tersebut akan menghasilkan nilai αi (merupakan ukuran return sekuritas i yg tidak terkait dengan return pasar), dan nilai βi (menunjukkan slope yang mengindikasikan peningkatan return yang diharapkan pada sekuritas i untuk setiap kenaikan return pasar sebesar 1%).
13. Saham Overvalued vs Undervalued
a) Persamaan CAPM dpt digunakan untuk menentukan apakah suatu sekuritas dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah dr yg seharusnya.
b) Contoh:
E(Ra) = 0,15 + (0,2 -0,15) 1,2 = 21 %
E(Rb) = 0,15 + (0,2 – 0,15) 0,8 = 19 %
E(Rc) = 0,15 + (0,2 – 0,15) 1,5 = 22,5 %
c) Saham C dikatakan undervalued karena Return ekspetasi < return realisasi sehingga Investor akan membeli saham C tersebut.
d) Saham B dikatakan overvalued karena return ekspetasi > return realisasi sehingga investor akan menjual saham B tersebut.
e) Saham A berada pada titik keseimbangan.





















